Bisnis Kuliner

Month: April 2021 (page 1 of 1)

Prediksi Perubahan Bisnis Kuliner Pasca Pandemi

Adanya pandemi covid ini membuat pola konsumsi masyarakat telah berubah, termasuk juga dalam membeli makanan. Restoran dan kafe harus membatasi sejumlah pengunjung. Ada banyak orang jadi lebih sering memasak di rumah saja. Perubahan ini menjadi tantangan bagi pelaku bisnis kuliner diluar sana. Pebisnis harus bisa cepat untuk beradaptasi dengan kebutuhan bola tangkas terbaru masyarakat agar tidak ketinggalan zaman dan tetap relevan. Lalu bagaimana pandemi ini mengubah bisnis kuliner sekarang ini. Berikut ini beberapa prediksi perubahan bisnis kuliner pasca pandemi. Berikut diantaranya.

 

Tren Makanan Sehat Makin Meningkat

Masyarakat saat ini semakin memiliki kesadaran akan pentingnya kesehatan. Tren makanan organik dan vegan pun terus meningkat. Apalagi dengan adanya pandemi, akan semakin banyak orang yang memilih untuk makan makanan sehat. Makanya mulai bermunculan bisnis-bisnis seperti restoran dan kafe yang menawarkan produk atau makanan organik. 

WHO; Tips Makan Sehat Selama Karantina di Tengah Wabah COVID-19 - Semua Halaman - Grid Health

Menurut data Kantor, sebanyak 90% masyarakat mulai mencoba mengkonsumsi menu makanan sehat selama masa pandemi. Perubahan gaya hidup ini bisa menjadi peluang bagi pelaku bisnis kuliner untuk mengembangkan produk makanan ke depannya. 

 

Media Sosial Menjadi Semakin Penting

Karena sebagian besar orang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, penggunaan internet dan media sosial pun meningkat. Pebisnis khususnya pelaku UMKM dapat memanfaatkan media sosial sebagai saluran komunikasi dan penjualan utamanya. Media sosial memungkinkan bisnis untuk menjangkau konsumen yang lebih luas sekaligus membangun kepercayaan mereka. 

Menjumpai Allah Lewat Media Sosial - KATOLIKNEWS.com

Dalam usaha makanan, foto atau tampilan visual yang menarik merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan interest target konsumen. Maka itu, buatlah konten yang menarik dan relevan dengan target pasar bisnis agar bisnis semakin dikenal. 

 

Makanan Siap Masak

Layanan Antar Bahan Makanan Siap Masak Solusi Bagi Si Sibuk

Berdasarkan riset Nielsen, 49% konsumen mengaku mereka jadi lebih sering masak sejak pandemi. Disisi lain, banyak orang yang bekerja dari rumah membutuhkan makanan yang dapat dibuat dengan cepat. Dengan perubahan ini, kebutuhan akan makanan siap masak meningkat. Pelaku bisnis kuliner dapat menyesuaikan dengan tren ini dengan cara menjual meal kit atau makanan beku selain menjual makanan yang sudah jadi. 

 

Open Kitchen akan Bermunculan

Pandemi membuat masyarakat lebih memperhatikan kesehatan dan kebersihan makanan, termasuk cara makanan tersebut dibuat. Maka itu, konsep open kitchen dimana kegiatan di dapur bisa dilihat langsung oleh pengunjung diperkirakan akan kembali menjadi tren. 

Resto dengan Konsep 'Open Kitchen' Akan Bermunculan

Open kitchen juga bisa dianggap sebagai komitmen restoran untuk menjamin kebersihan makanan dalam proses pembuatan dan pengolahannya. Sejumlah restoran di Indonesia pun telah menerapkan konsep ini. Melalui konsep open kitchen, restoran dan bisnis kuliner lainnya dapat meningkatkan kepercayaan pengunjung yang datang. 

 

Menciptakan Pengalaman di Rumah

Aturan untuk melakukan physical distancing membuat banyak restoran harus membatasi jumlah pengunjung. Bahkan ada juga yang harus benar-benar menutup layanan dine-in atau makan di tempatnya. Untuk mengatasi ini, sejumlah restoran menawarkan at-home experience atau pengalaman di rumah. 

5 Sekolah Kuliner Paling Bergengsi di Dunia

Yang dimaksud dengan at-home experience adalah restoran menyediakan layanan privat dimana koki atau pelayan akan datang ke rumah konsumen dan memasak makanan di rumah konsumen tersebut. Dengan demikian, konsumen bisa tetap menikmati suasana makan di restoran tanpa perlu keluar rumah. Biasanya at-home experience memiliki jumlah minimum pembelian. 

 

Kemasan Menjadi Pertimbangan

Virtus Pack - Berita dan Artikel

Kepedulian masyarakat terhadap kesehatan juga membuat masyarakat lebih peduli terhadap kemasan produk, apalagi kemasan makanan. Menurut riset McKinsey, kemasan sekarang ini menjadi salah satu pertimbangan konsumen dalam membeli suatu produk. Konsumen lebih memilih kemasan yang higienis dan ramah lingkungan. Maka itu, pelaku bisnis kuliner juga harus mempertimbangkan bahan dan bentuk kemasan dalam menjual makanan. 

 

Permintaan Pesan-Antar Meningkat

Banyak bisnis kuliner saat ini harus mengalihkan penjualannya ke pesanan online atau layanan pesan antar. Pembelian makanan online pun disebut meningkat drastis yakni sebesar 300% selama pandemi. Tren ini juga diprediksi akan bertahan usai pandemi. 84% konsumen dalam survei McKinsey menyatakan bahwa mereka berniat untuk menggunakan layanan pengiriman atau pemesanan online dari restoran untuk membeli makanan. Artinya, layanan pengiriman menjadi kian penting bagi bisnis makanan.

Lagi Bisnis Online? Ini 4 Keuntungan Pengiriman Instan Buat Tokomu - PT. Allbest Solusi Sistem

Untuk merespons perubahan akibat pandemi dan menyesuaikan dengan tren ke depannya, pelaku bisnis kuliner perlu melakukan berbagai cara untuk meningkatkan saluran penjualan online-nya serta kapabilitas mereka untuk melakukan pengiriman. Sebagai pengusaha makanan, kamu bisa bekerja sama dengan jasa pengiriman instan untuk mengirimkan makanan ke konsumen dengan cepat dan aman. Lewat jasa pengiriman bisnis kuliner yang terpercaya, kamu bisa meningkatkan kapabilitas dan penjualan ke depannya seiring dengan perubahan yang ada. 

 

Jamu Herbal

Apa peluang bisnis rumahan pasca COVID-19 selanjutnya? Ya, jamu herbal. Untuk diketahui, rempah-rempah dipercaya dapat meningkatkan kekebalan tubuh, sehingga dapat bantu cegah terinfeksi virus corona. Tak heran kalau harga rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak, kayu manis, sereh, dan lain sebagainya ludes diburu konsumen. Tentunya ini adalah peluang bisnis yang menarik untuk kalian selami. Namun, kalau hanya menjual bahan mentah, maka kalian tidak bisa menikmati added value. Maka dari itu, tak ada salahnya untuk belajar mengolah rempah-rempah ini menjadi produk jadi, sehingga bisa dijual dengan harga yang lebih tinggi.

Jamu' groups oppose House's decision to import ingredients for 'COVID-19 cure' - National - The Jakarta Post

Misalnya, dengan membuat jamu literan berkualitas premium. Namun, tentu saja kalian harus menerapkan standarisasi BPOM dan sertifikasi halal, untuk menjamin bahwa produk kalian aman untuk dikonsumsi. Selain jamu, kalian juga bisa mengolah rempah-rempah ini menjadi sebuah makanan. Contohnya seperti apa yang dilakukan oleh para penjual kue kering di Jawa Barat, yang mengolah ekstrak rempah-rempah menjadi aneka hidangan kue kering.

 

Makanan Dessert Box

Menghabiskan banyak waktu di rumah membuat orang-orang mudah bosan, sehingga mereka sering mencari alternatif kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya adalah menikmati aneka cemilan. Pastinya kalian sudah sering melihat banyak teman-teman di media sosial kalian yang mengunggah cemilan apa saja yang sudah mereka konsumsi selama di rumah saja, bukan?

Oreo Pudding Dessert Box | Oreo Dessert Recipe | Yummy Dessert Recipe | Makanan penutup mini, Kue lezat, Makanan

Saat ini, cemilan kue kering mungkin sudah terlalu umum sehingga konsumen mulai bosan. Disisi lain, dessert box sepertinya sedang banyak di nikmati. Rasanya yang lezat, tampilannya yang Instagramable, dan teksturnya yang lembut membuat dessert box cocok untuk menemani waktu di rumah. Beruntungnya, kini sudah banyak resep dessert box yang bisa kalian coba buat. Jangan ragu untuk eksperimen rasa untuk ciptakan menu yang unik miliki kalian sendiri. 

 

Beberapa bisnis yang sudah dijelaskan diatas adalah bisnis yang akan tren pasca pandemi bahkan sekarang ini sudah mulai tren bisnis rumahan yang sudah banyak dijalankan oleh banyak orang. Bisnis yang satu ini memang terdengar sangat simpel tetapi banyak orang yang malas untuk melakukannya, makanya banyak orang yang lebih memilih membeli daripada harus ribet-ribet buat di rumah, karena dengan langsung beli kalian hanya tinggal menunggu saja. nah oleh sebab itu peluang bisnis yang ada di atas bisa kalian manfaatkan untuk mendapat penghasilan.

 

Inilah Prediksi Tren Bisnis Pasca Pandemi Selesai

Melakukan banyak aktivitas di rumah saja bukan berarti tidak bisa menjalankan sebuah bisnis dengan maksimal. Seperti yang kita ketahui, di tengah-tengan pandemi Covid-19, ada banyak sekali bisnis yang mulai bermunculan. Mungkin saja kalian salah satu pelaku bisnis di rumah saja tersebut. Biasanya para pemilik bisnis rumahan ini akan mempromosikan usaha mereka lewat media sosial yang mereka miliki. Bahkan, instagram saja sudah membuat sebuah fitur khusus yang bernama Support Local Business yang mana para penggunanya bisa mention akun  Instagram para pemilik usaha kecil agar bisa lebih terkenal lagi.

Yup benar sekali, bisnis rumahan pun bisa menjadi sebuah peluang yang baru bagi siapa saja yang ingin mendapatkan penghasilan tambahan dari bisnis tersebut, terutama di masa-masa yang sulit seperti sekarang ini. Nah untuk kalian yang ingin mencoba bisnis tersebut yuk kita ketahui dulu peluang bisnis rumahan setelah pandemi Covid-19 ini. Berikut ini beberapa peluang bisnis yang akan ngetren pasca pandemi Covid-19 ini. Berikut diantaranya.

 

Frozen Food

Apakah kalian tertarik untuk meraup keuntungan besar dengan menjual frozen food? Jangan lupa, frozen food bukanlah pasar baru yang tercipta sejak adanya pandemi. Saat ini pemain di pasar frozen food sudah cukup banyak, mulai dari bisnis rumahan hingga perusahaan multinasional. Untuk itu, kalian perlu menemukan ceruk pasar tersendiri.

Sebagai contoh, kalian fokus menjual frozen food berupa bento yang awalnya hanya bisa dinikmati di restoran Jepang. Karena saat ini banyak restoran Jepang yang tutup, sajian ini bisa menjadi obat rindu. kalian bisa mengambil strategi yang sama, yaitu dengan menyajikan makanan yang awalnya banyak dinikmati oleh orang banyak, tapi kini jadi sulit untuk ditemukan.

The Frozen Foods Market in Europe, 2020 edition Premium Report, Covid  Impact included – FFT Blog

Selain itu, pelayanan ekstra juga bisa menaikkan value usaha kalian di mata konsumen. Misalnya, dengan menerapkan layanan gratis pesan antar untuk pembelian dengan batas minimum tertentu. kalian juga bisa mengedepankan aspek kesehatan dengan tidak menggunakan pengawet pada setiap frozen food yang kalian buat. Jadi, apakah kalian tertarik untuk coba menjajakan bisnis rumahan pasca COVID-19 ini?

 

Makanan Ringan

Menghabiskan banyak waktu di rumah membuat orang-orang mudah bosan, sehingga mereka sering mencari alternatif kegiatan yang menyenangkan. Salah satunya adalah menikmati aneka cemilan. Pastinya kalian sudah sering melihat banyak teman-teman di media sosial kalian yang mengunggah cemilan apa saja yang sudah mereka konsumsi selama di rumah saja, bukan?

Bagaimana Cara Peluang Usaha Makanan Ringan Kiloan Bisa Laku? — Foodin.ID

Saat ini, cemilan kue kering mungkin sudah terlalu umum sehingga konsumen mulai bosan. Disisi lain, dessert box sepertinya sedang banyak diminati. Rasanya yang lezat, tampilannya yang Instagramable, dan teksturnya yang lembut membuat dessert box cocok untuk menemani waktu di rumah. Beruntungnya, kini sudah banyak resep dessert box yang bisa kalian coba buat. Jangan ragu untuk eksperimen rasa untuk ciptakan menu yang unik miliki kalian sendiri. 

 

Masakan Rumahan

Ini dia ide bisnis rumahan pasca COVID-19 selanjutnya. Apakah kalian tertarik untuk menjual masakan rumahan? Bisnis ini cukup diminati. kalian bebas menentukan pilihan menu apa yang ingin kalian tawarkan ke konsumen. Namun, tidak ada salahnya untuk menjajakan makanan kekinian yang lebih mudah mendapatkan exposure di media sosial. 

Mau Barbeku di Rumah? Yuk, Delivery dari 5 Resto All You Can Eat Ini!

Misalnya, dengan menghadirkan sensasi steak and grill di rumah konsumen. Ingat, tak mudah untuk memasak steak dan menu-menu grill lainnya karena kebutuhan alat-alat yang tak sedikit. Padahal, santap menu seperti ini sangat digemari sebelum adanya pandemi. Oleh karena itu, kalian bisa menyediakan alat-alat dan bahan-bahannya, untuk kemudian dinikmati oleh konsumen di rumah. Setelah mereka selesai menggunakannya, alatnya bisa kalian ambil kembali. 

 

Peralatan Kesehatan

Bisnis rumahan pasca COVID-19 selanjutnya, yakni peralatan kesehatan, menjadi kebutuhan esensial yang ramai peminat. Mulai dari masyarakat umum hingga para tenaga medis. Para dermawan pun kini banyak  yang membeli peralatan kesehatan untuk disumbangkan kepada para tenaga medis yang sangat membutuhkannya. Tentunya ini adalah sebuah peluang usaha yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja. Dalam menentukan peralatan kesehatan apa yang ingin kalian jual, pastikan dulu kapasitas kalian. Apakah kalian mampu memproduksinya sendiri atau hanya bisa menjual kembali? Kalau kalian bisa memproduksi sendiri, maka apa saja yang bisa kalian produksi? Apakah kalian siap untuk mengurus segala sertifikasi yang dibutuhkan? 

Masker Kain Sebaiknya Tidak Dipakai Lebih dari 4 Jam, Ini Alasannya

Pertanyaan-pertanyaan ini sebaiknya dipahami betul jika kalian memutuskan untuk menjual peralatan kesehatan seperti alat pelindung diri, karena alat ini memiliki standar tertentu dalam dunia medis agar layak digunakan. Namun, jika kalian kurang mampu untuk melengkapi semuanya, maka sebaiknya kalian menjual peralatan kesehatan lain seperti masker kain saja. Pasar masker kain di Indonesia pun terbilang cukup menggiurkan. Berita ini dilansir dari Kompas.com, seorang pengrajin masker kain bahkan mampu meraup omzet Rp 6 juta per hari.  Modal awal yang ia keluarkan untuk mesin jahit dan bahan-bahan lainnya pun hanya Rp 5 juta saja. Namun, memang tak bisa dimungkiri, memproduksi masker kain cukup memerlukan ketekunan, ketelitian, dan quality control yang ketat.

 

Produk Kebersihan

Selama masa pandemi, kebersihan diri dan rumah menjadi hal krusial yang tak boleh diabaikan oleh siapa pun. Mau tak mau, pola hidup bersih dan sehat harus diterapkan guna mencegah terjangkit COVID-19. Oleh karena itu, kebutuhan akan alat-alat kebersihan melonjak tinggi kuartal 1 dan 2 ini. 

FDA Says Avoid These 9 Hand Sanitizers That Contain Toxic Methanol

Faktanya, penjualan hand sanitizer di e-commerce saja mengalami peningkatan hingga 585%. Sabun cuci tangan pun mengalami peningkatan hingga 355%. Selama masih belum adanya vaksin, kebutuhan akan produk-produk kebersihan diprediksi akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya kasus positif COVID-19. 

 

Bahan-bahan Pokok

Terlepas ada atau tidaknya pandemi COVID-19, kebutuhan pokok akan selalu diminati oleh pembeli. Hanya saja, pandemi COVID-19 membuat kebutuhan pokok semakin diburu pembeli karena tendensi orang-orang untuk menimbun stok sebanyak-banyaknya. Namun, untuk saat ini kasus panic buying sudah jarang ditemui sehingga harga bahan pokok relatif lebih stabil dibandingkan pada awal pandemi. 

Tatacara Pembayaran Caruman

Mengingat adanya pembatasan sosial, kalian bisa menerapkan transaksi contactless yang juga sesuai dengan kebiasaan generasi millennial. Contohnya, dengan melayani pengantaran produk ke pelanggan dan menerima pembayaran digital. Dengan demikian, kalian tidak perlu lagi khawatir dengan transmisi virus via uang tunai, begitu pula para pelanggan. Potensi cashback yang diberikan oleh aplikasi e-wallet pun bisa membuat konsumen semakin dimanjakan. 

 

Lauk Siap Saji

Ini dia peluang bisnis rumahan pasca COVID-19 selanjutnya. Selain frozen food dan masakan rumahan, lauk siap santap nyatanya juga laris diburu pelanggan. Apa saja contohnya? Misalnya, teri kacang, cumi asin, ayam bumbu gepuk, rendang, dan sebagainya. Lauk siap saji ini ada yang bisa disantap langsung, tapi ada pula yang harus dipanaskan terlebih dahulu.

Si Kentung Lauk Siap Saji Kemasan, Serba Serbi di Carousell

Apabila kalian tertarik untuk menjual lauk siap santap, pastikan lauknya memiliki ciri khas tertentu yang memang bisa dijadikan unique selling points produk kalian. Entah dari segi rasa, kualitas, packaging. Jangan lupa, bergabunglah menjadi tenant dari layanan antar makanan ojek online seperti GoFood agar ada lebih banyak pelanggan yang bisa menemukan makanan kalian lebih mudah.